Rabu, Juni 04, 2008

Libur Nonton TV

Selama Kasih ujian, aku minta ia supaya tidak menonton teve. Untuk mendukungnya aku sendiri juga ikut puasa menikmati tayangan televisi. Jadi boleh dikatakan mulai dari lama Senin sampai tadi malam televisi menjadi barang mati di rumahku. Ujian kenaikan kelas Kasih akan berakhir hari Senin depan, 10 Juni.

Tadi malam rupanya Bunda Kasih sudah tidak tahan. Setelah Kasih tidur, sekitar pukul setengah sebelas malam ia menghidupkan teve (aku sendiri keluar rumah setelah menemaninya belajar sampai ia tertidur jam sepuluh).

Rupanya Kasih sempat terjaga.

"Bunda kok nonton tv?" protesnya setengah terjaga.

"Lho, Bunda kan nggak ikut ujian...."

"Tapi Kasih kok dilarang?"

"Kasih ujian"

"Kalau gitu Kasih nonton juga, ya?"

"Daripada nonton, belajar IPS aja!" kata Bunda Kasih sambil menyodorkan buku pelajaran.

"Ah...., Kasih ngantuk, bobok lagi...." ia langsung terlelap kembali.

Ketika istriku menceritakan kejadian tersebut, aku menegurnya dengan cara halus. Sebagai orangtua, kita harus mendukung penuh dengan ikut merasakan apa yang ia alami.

"Suntuk juga nggak bisa nonton tv," keluh istriku. Tapi aku menghiburnya bahwa tanpa menonton tv, melihat anakku tidur nyenyak sudah merupakan hiburan yang paling berharga.

P.S. Qitink nanyain hasil ujian Kasih. Meskipun belum ada, tapi aku merasa tidak akan terlalu bagus, walau juga tidak akan terlalu jelek.....